Waspada Penis yang Selalu Sakit Saat Ereksi

Masalah dengan penis yang dialami pria bukan hanya masalah ereksi. Lebih dari itu, masih ada banyak masalah pada penis, seperti rasa sakit mulai dari ereksi hingga gatal dan infeksi yang menyebabkan iritasi parah dan peradangan.

Kemungkinan penyakit tertentu
Pria yang mengalami penyakit tertentu dapat merasakan sakit pada penis ketika mereka berdiri tegak. Nyeri ini bahkan dapat menyebabkan pria kehilangan ereksi. Jika seorang pria bisa menahan rasa sakit, hubungan seksnya tidak lancar. Orgasme yang dicapai tidak akan maksimal. Penyakit pertama yang menyebabkan rasa sakit pada penis adalah Peyronie. Penyakit penis bengkok ini membuat ereksi jadi sakit karena ada bagian otot yang ditarik ke bawah. Dalam kondisi ini, pria akan mengalami kesulitan berhubungan seks yang sempurna.

Berikut ini adalah diabetes dan multiple sclerosis. Kedua penyakit ini memiliki efek yang kurang lebih sama. Saraf pria, terutama yang mengarah ke penis pria, rusak. Akibat cedera ini, pria akan merasa kesulitan mendapatkan stimulasi, disfungsi ereksi dan ada banyak rasa sakit.

Memiliki cedera pada penis
Tidak dapat dipungkiri bahwa masalah kerusakan penis juga merupakan penyebab rasa sakit yang terjadi ketika ereksi terjadi. Cedera pertama dapat terjadi sebagai akibat dari aktivitas seksual yang berlebihan. Aktivitas seks ini terdiri dari hubungan seks dengan pasangan dan masturbasi. Penis akan terasa sakit jika Anda dipaksa untuk mengalami banyak orgasme. Cedera lain dapat terjadi selama latihan. Ada beberapa gerakan olahraga yang merusak penis. Contohnya. Atlet berlari cepat atau pesepeda. Kegiatan olahraga yang dilakukan memberi tekanan kuat pada penis. Akibatnya, penis dan area testis rusak.

Penyebab kedua ini bahkan dapat diminimalkan selama laki-laki mampu melakukannya dengan baik. Misalnya, ketika mereka masturbasi, mereka tidak membesar-besarkan dan menggunakan pelumas. Penis yang terus bergesekan dapat menyebabkan luka muncul perlahan. Jika Anda berlatih olahraga yang berisiko merusak penis, lebih baik menggunakan perlindungan. Saat ini, banyak peralatan olahraga digunakan untuk melindungi penis agar tidak terkena pukulan cukup keras untuk merusak bagian luar dan dalam.

Penurunan kadar testosteron
Pria dengan kadar testosteron rendah akan sering mengalami gangguan saat berhubungan seks. Kondisi tersebut terdiri dari penurunan kualitas ereksi, berkurangnya gairah hingga munculnya rasa sakit pada penis. Turunnya kadar testosteron pada pria dapat disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya adalah obesitas. Pria gemuk umumnya memiliki kadar testosteron yang sangat rendah. Kondisi ini terjadi karena produksi hormon dalam testis terhambat.

Cara terbaik untuk mengatasi masalah ini, tentu saja, adalah dengan meningkatkan kadar testosteron dalam tubuh. Pria harus mengikuti diet yang baik dan berolahraga secara teratur. Dengan melakukan dua hal ini, kadar hormon seks naik perlahan. Selain obesitas, pria yang mengalami stres juga cukup berat dan sulit tidur. Mereka akan mengalami penurunan hormon testosteron yang cukup besar. Pengaruh pria seringkali lemah, emosi menjadi tidak stabil dan gairah seksual berkurang.

Kondisi ini dapat diatasi dengan mulai mengatur jadwal tidur yang baik agar tidak mengalami insomnia. Selain itu, pria juga disarankan untuk melakukan lebih banyak relaksasi, sehingga tingkat stres dalam tubuh.

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *