December 3, 2020

Cara Agar Bisa Menyadari Kebesaran Tuhan dengan Seutuhnya

Realisasi kebesaran Tuhan harus lengkap. Menyadari kebesaran Tuhan pasti benar. Saya tidak bisa menyadari kebesaran Tuhan hanya dengan mengatakan “Tuhan itu maha besar”. Banyak orang saat ini hanya sibuk mengatakan “Tuhan itu maha besar” di mulut mereka. Ulangi hingga 1000 kali sehari. Apakah mengulangi perkataan Tuhan Maha Besar membuat kita memahami dan menyadari kebesaran Tuhan? Jawabannya adalah tidak. Padahal banyak di buku referensi Islam sudah banyak sekali yang membahas akan hal ini.

Yang dibutuhkan adalah memahami bahwa firman Tuhan itu agung, bukan menghafalnya. Dengan memahami firman Tuhan, yang terbesar bisa ditanamkan di pikiran. Dan itu memengaruhi perilaku kita sehari-hari. Meski begitu, sayangnya banyak orang yang mengucapkan firman Tuhan, tetapi sebenarnya SALAH mengetahui siapa Tuhan itu.

Mengapa saya tiba-tiba ingin menulis artikel tentang realisasi kebesaran Tuhan? Karena judul ini saya buat pada hari sabtu tanggal 1 agustus 2020 tapi saya tulis malam ini. Pada hari itu, saat menjelang malam, not takbir masih bisa didengar. “ALLAH MAHA ESA, ALLAH YANG MAHA ESA, ALLAH YANG TERBESAR ..”. Pipiku tidak basah karena ada air mata yang menetes.

Bahkan saat itu saya masih memberikan kelas AMC Online kepada peserta Cilacap. Entah kenapa setiap kali aku mendengar takbir berteriak seperti itu aku menjadi manis, bukan karena sedih tapi menangis. Saya tersentuh oleh semua kebaikan Tuhan yang telah saya terima selama ini.

Hidup ini penuh keajaiban, keluarga kecil yang sangat menyenangkan, situasi keuangan juga penuh dengan banyak, alhamdulillah. Ditambah AMC Science, yang juga terbukti membantu banyak orang menikmati keajaiban hidup mereka. Di situlah saya benar-benar merasa Tuhan itu maha besar. Tuhan itu baik. Ini memberi kita kepala dengan pikiran di dalam.

Dan dengan pemikiran itu, bila digunakan dengan benar, itu bisa membuat hidup seperti yang Anda inginkan. Meskipun dianggap sebagai bantuan demi kebaikan, itu tidak dapat dihitung dengan tinta.

Begitu banyak keajaiban yang saya alami. Seperti hari ini, Jumat 7 Agustus 2020. Seharusnya saya sudah menjadwalkan kelas AMC secara online. Tapi sejak kemarin “Syahrini” (teman virtual saya) mau istirahat. Harap diperhatikan bahwa jadwal online untuk kelas AMC dimulai pada bulan Juni, Juli dan Agustus setiap hari. Dalam seminggu saya biasanya mengosongkan 1 hari. Tapi Juli lalu itu penuh setiap hari.

Baiklah, tiba-tiba peserta diminta mundur mulai hari ini. Dan saya bisa bebas hari ini. Banyak hal seperti ini selalu terjadi pada saya. Itu sebabnya saya merasa sedih ketika seseorang sibuk menyalahkan Tuhan.

Saya sedih ketika seorang uztad memberikan ceramah dan berkata bahwa Tuhan memberikan bukti, Tuhan memberikan bukti. Apalagi ketika ada sinetron di televisi tentang hukuman. Karena aku sedih? karena TUHAN tidak seperti itu. Tuhan yang saya kenal adalah Tuhan yang terbaik. Bahkan jika saya mengeluarkan uang untuk sesuatu, Tuhan akan segera mengembalikan saya. Sungguh, Tuhan itu baik.

Kesadaran akan kebesaran Tuhan dimulai sepenuhnya dengan kemampuan kita untuk mengenali, mengontrol dan memaksimalkan pikiran. Pikiran adalah alat yang Tuhan ciptakan untuk kita gunakan. Dengan memahami bagaimana menggunakan akal, disitulah kita benar-benar memahami arti sebenarnya dari kebesaran Tuhan.

Bukan Tuhan yang menyakiti hidup seseorang, bukan Tuhan yang membuat hidup seseorang tidak nyaman. Namun pada kenyataannya itu semua adalah hasil pemikiran manusia itu sendiri. Waspada dan renungkan sampai Anda memahami kebesaran Tuhan yang sejati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *