December 3, 2020

Dari cahaya hingga anti-gempa, inilah manfaat bambu

Hasil gambar untuk bangunan dari bambu

Instalasi seni bambu Getih Getah dihancurkan pada hari Rabu (17.07.2013). Artis instalasi, Joko Avianto mengungkapkan, mengantisipasi pembongkaran karya seni. Bahkan sebelumnya, instalasi bambu direncanakan selama enam bulan mulai 16 Agustus 2018. Joko mengumumkan bahwa karya seninya akan bertahan setahun. Bambu adalah salah satu bahan yang saat ini sedang dikembangkan, menurut arsitek I Made Wirahadi Purnawan atau Chiko Wirahadi. Arsitek, yang juga mendesain konstruksi bambu, mencatat bahwa ini tidak dapat dipisahkan dari tren menuju bangunan hijau. Menurutnya, bahan bambu yang baik digunakan sebagai pengganti bahan baku konvensional. Menurut arsitek Andrea Fitrianto, bambu bisa bertahan lama jika dirancang dengan baik. “Misalnya, ada masjid bambu di Lombok, yang sudah berusia 200 tahun, dan masjid itu masih berdiri pada saat gempa terakhir,” kata Andrea kepada Kompas.com (26.10.2008). Kelebihan dari bahan bambu adalah sebagai berikut: Bambu antiseismik memiliki banyak keunggulan, salah satunya adalah ringan. Ini membuat bambu cocok untuk digunakan di daerah rawan gempa. “Ada inovasi baru, bambu disebut baja hijau atau baja hijau,” kata Andrea.

Ia menambahkan, ini karena bambu memiliki kekuatan dan pesona baja dengan diameter yang sama. Namun, ini hanya terdeteksi di laboratorium. Dalam praktiknya, Andrea mendapati bahwa desain bangunan bambu masih membawa banyak tantangan. Bambu tahan angin tidak hanya tahan gempa, tetapi juga tahan angin. Ini karena bangunan bambu biasanya tidak tertutup dan memiliki banyak pori seperti garis angin. Hambatan angin juga dapat ditingkatkan dengan bermain di bukaan atap. Chiko mengungkapkan bahwa ada banyak slot fleksibel di batang bambu tempat angin bisa lewat. Namun, Chiko ingat bahwa hambatan angin tidak mutlak. “Ketakutan akan tornado adalah karena bambu adalah bangunan yang ringan,” katanya. Mudah ditemukan Andrea menemukan bahwa bambu lebih mudah ditemukan dibandingkan dengan kayu, terutama di Asia Tenggara. Bahan ini mudah didapat karena mengumpulkan tidak butuh waktu lama. Kayu lebih mahal dan lebih jarang karena harus menunggu puluhan tahun agar kayu itu cukup kuat untuk digunakan sebagai bahan bangunan. Bambu hanya butuh tiga tahun untuk panen dibandingkan dengan kayu. “Itu karena bambu diklasifikasikan sebagai ramuan,” kata Andrea.

Tanaman bambu hidup lebih lama dengan kayu, tanaman bambu bisa hidup lebih lama. Andrea mengatakan bahwa setiap tanaman bambu dapat hidup 70 hingga 100 tahun. “Jika kita melihat kebun raya Bogor, banyak bambu selalu sama dengan uang tunggal pertama yang ditanam sejak kebun dibuka,” katanya. Ketika batang bambu dipetik, tanaman induk tidak langsung mati. Tidak seperti kayu, di mana tanaman induk mati segera ketika mereka ditebang. Karena alasan ini, bambu dari siklus alami lebih cocok sebagai bahan bangunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *